Mengapa Perlu KPR Tanpa Riba?


Memiliki rumah sendiri, adalah dambaan tiap keluarga, tak terkecuali keluarga muslim. Hanya saja, ketika berhadapan dengan harga property yang terus meroket, sedangkan penghasilan bulanan tidak mungkin mencapai angka itu, dibutuhkanlah solusi yang dipandang mudah dan praktis. Solusi itu kemudian kita kenal sebagai KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Disinilah masalah mulai timbul. Bagi sebagian orang, membeli kredit perumahan dengan jasa perbankan konvensional tidak menjadi masalah. Bahkan, banyak yang menganggap bahwa hal tersebut sah-sah saja, karena toh banyak keluarga yang mendapatkan rumahnya dengan cara yang sama. Tetapi bagi kita sebagai umat Islam seharusnya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan tersebut. Hal ini tidak lain karena dalam KPR Bank terselip transaksi yang mengandung RIBA.

Mengapa Kita Harus Menjauhi Riba ?



1. Dalam Islam RIBA dikategorikan ke dalam 7 dosa besar


Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Apakah itu?” Beliau n menjawab, “Syirik kepada Allâh, sihir, membunuh jiwa yang Allâh haramkan kecuali dengan haq, MEMAKAN RIBA, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. [HR. al-Bukhâri, no. 3456; Muslim, no. 2669]
Sumber: https://almanhaj.or.id/4231-riba-dosa-besar-yang-menghancurkan.html

2. Besarnya dosa RIBA yang paling ringan adalah seperti anak yang menzinahi ibu kandungnya (naudzubillahiminzalik..)  



"Riba Itu Ada 73 Pintu (Dosa). Yang Paling Ringan Adalah Semisal Dosa Seseorang Yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri. Sedangkan Riba Yang Paling Besar Adalah Apabila Seseorang Melanggar Kehormatan Saudaranya.”(HR. Al Hakim Dan Al Baihaqi Dalam Syu’abul Iman Syaikh Al Albani Mengatakan Bahwa Hadits Ini Shahih Dilihat Dari Jalur Lainnya)

3. Pelaku Riba akan diperangi Allah dan Rasul-Nya 


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” [Al-Baqarah: 278-279]

4. Rasulullah Melaknat Siapapun yang Terlibat RIBA 



"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan / membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Dan beliau juga bersabda, ‘Mereka itu sama dalam hal dosanya.” (HR. Muslim).

Sebenarnya masih banyak dalil-dalil lain yang menunjukkan bahwa dosa RIBA bukanlah dosa yang bisa dianggap enteng. Tapi sangat disayangkan bahwa ternyata praktek-praktek RIBA semakin hari semakin marak di masyarakat. 

Secara Riil, maraknya praktek-praktek RIBA di masyarakat mengakibatkan :




  1. Ekonomi Biaya Tinggi
  2. Penindasan yang kuat terhadap yang lemah
  3. Ekonomi suatu negara menjadi tidak stabil
  4. Kesenjangan Ekonomi makin melebar
  5. Riba (Bunga) menyebabkan banyaknya pengangguran karena orang kaya lebih memilih menyimpan uangnya daripada menciptakan lapangan kerja.
  6. Riba menyebabkan negara terjebak dalam tumpukan hutang dan rakyatlah yang menanggung akibatnya.
  7. Dan di dalam skala rumah tangga Riba menyebabkan kehidupan rumah tangga yang tidak tentram dan diliputi kegelisahan. 
Ditengah keprihatinan itulah saat ini muncul developer-developer perumahan yang menyediakan fasilitas KPR Tanpa RIBA. Dimana transaksi-transaksi yang mengandung riba ditiadakan. 

Transaksi atau akad yang ditiadakan dalam KPR Tanpa Riba adalah :
  1. Tanpa Bunga/Cicilan Flat  
  2. Tanpa Denda
  3. Tanpa Sita
  4. Tanpa Asuransi
  5. Barang yang dijadikan agunan bukan rumah yang dibeli 
  6. Tanpa BI Checking. 
Demikian penjelasan singkat mengapa kita harus menghindari Riba. Semoga keberkahan dan keselamatan selalu dilimpahkan Allah kepada kita dan keluarga kita semua ..amiin ya robbal alamiin..